KAPET Manado-Bitung

Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Manado-Bitung ditetapkan melalui KEPPRES No. 14 Tahun 1998 dengan luas wilayah 201.207 Ha. Cakupan wilayah KAPET ini meliputi wilayah Kotamadya Bitung, wilayah Kotamadya Manado, dan sebagian wilayah Kabupaten Minahasa yang meliputi kecamatan-kecamatan Likupang, Dimembe, Airmadidi, Kauditan, Wori, Pineleng, Tombariri, Tomohon, Tondano, Toulimambol, Eris, Lembean Timur, Kombi, Kakas, Remboken, Sonder, Kawangkoan, Tompaso dan Langowan.

Legalitas

Dalam rangka pemerataan pembangunan di Indonesia, pemerintah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 120 tahun 1993 tentang Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia (DP-KTI) yang kemudian disempurnakan dengan Keputusan Presiden Nomor 27 Tahun 1994, disempurnakan kembali dengan Keputusan Presiden Nomor 54 Tahun 1995, disempurnakan lagi dengan Keputusan Presiden Nomor 75 Tahun 1998 dan disempurnakan kembali dengan Keputusan Presiden Nomor 173 Tahun 1998.

Sebagai tindak lanjutnya, dipandang perlu untuk mengambil langkah-langkah dan kebijaksanaan konkrit untuk dapat memacu pertumbuhan Kawasan Timur Indonesia melalui penanganan sebuah kawasan andalan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, sehingga dikeluarkan Keputusan Presiden Nomor 89 Tahun 1996 yang kemudian disempurnakan dengan Keputusan Presiden nomor 9 Tahun 1998 tentang pembentukan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET). Dengan berkembanganya nuansa otonomi daerah, Keputusan Presiden tersebut disempurnakan lagi dengan Keputusan Presiden Nomor 150 Tahun 2000.

Profil Kawasan

Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Manado – Bitung terletak di daerah paling Utara Pulau Sulawesi yaitu berada di Provinsi Sulawesi Utara, dengan wilayah meliputi Kota Manado (Ibukota Provinsi), Kota Bitung, serta sebagian Kabupaten Minahasa, dengan cakupan wilayah seluas 251.138 ha. KAPET Manado – Bitung memiliki Kawasan Berikat seluas 350 ha.

Pembentukan KAPET Manado – Bitung selain dalam rangka mendorong dan mengembangkan potensi wilayah untuk percepatan pertumbuhan ekonomi, meminimasi disparitas antar wilayah juga mengakomodasi dan menjalin kerjasama regional antar negara ASEAN yaitu tergabung dalam Brunei Darussalam – Indonesia – Malaysia – Philipina East ASEAN Growth Area (BIMP – EAGA) yang merupakan bentuk kerjasama bilateral negara-negara ASEAN untuk wilayah bagian timur. KAPET Manado – Bitung dapat dicapai melalui Bandara Sam Ratulangi di Manado, yang merupakan Bandara Internasional yang juga merupakan pintu gerbang masuk ke Indonesia dari bagian utara.